Karang Taruna Bontoala Dirikan Posko di Lokasi Kebakaran Kandea, Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak

Share ke social media

JURNALISTA.ID, MAKASSAR – Karang Taruna Kecamatan Bontoala bersama Karang Taruna Kelurahan bergerak cepat membantu warga terdampak kebakaran di Jl Kandea 3 Lorong 2 dan 3, Kelurahan Baraya, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar.

Sebagai bentuk kepedulian dan respons terhadap musibah yang menimpa puluhan rumah warga, Karang Taruna Kecamatan Bontoala mendirikan posko di lokasi kebakaran untuk mendukung penanganan dan membantu kebutuhan warga terdampak.

Ketua Karang Taruna Kecamatan Bontoala, Asrul, mengatakan kehadiran Karang Taruna di lokasi merupakan bentuk kepedulian sosial sekaligus komitmen organisasi untuk hadir di tengah masyarakat saat menghadapi kondisi darurat.

Selain mendirikan posko, Karang Taruna Kecamatan Bontoala juga menerima bantuan uang tunai dari Ketua Karang Taruna Kota Makassar yang selanjutnya akan digunakan untuk membantu warga korban kebakaran.

Bantuan tersebut diterima oleh jajaran Karang Taruna Kecamatan Bontoala untuk kemudian disalurkan sesuai kebutuhan warga terdampak.

“Karang Taruna Kecamatan Bontoala bersama Karang Taruna Kelurahan hadir untuk membantu warga yang terdampak. Kami ingin memastikan bahwa dalam kondisi seperti ini, Karang Taruna tidak hanya hadir secara kelembagaan, tetapi benar-benar berada di tengah masyarakat,” ujar Asrul.

Kehadiran Karang Taruna di lokasi juga menjadi bagian dari upaya bersama dalam membantu proses penanganan pascakebakaran, khususnya bagi warga yang kehilangan tempat tinggal dan membutuhkan bantuan darurat.

Asrul menegaskan, Karang Taruna Kecamatan Bontoala dan Karang Taruna Kelurahan akan terus berkoordinasi dalam membantu warga selama masa tanggap darurat.

“Kami akan terus berkoordinasi dan melihat kebutuhan warga di lapangan. Semoga bantuan yang diberikan dapat sedikit meringankan beban saudara-saudara kita yang terkena musibah,” katanya.

Kebakaran di Jl Kandea 3 tersebut berdampak pada 37 rumah dan 245 jiwa dari 60 kepala keluarga. Kondisi tersebut mendorong berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi kepemudaan, untuk bersama-sama memberikan dukungan kepada para korban.

Penulis : Fands

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *