JURNALISTA.ID, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar menargetkan hampir 2.500 rumah tangga di Kecamatan Bontoala mendapatkan fasilitas pembebasan iuran sampah. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mendorong keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga.
Hal itu disampaikan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, saat menghadiri Pesta Rakyat di Kelurahan Parang Layang, Kecamatan Bontoala, Selasa (1/9) malam.
Dalam kesempatan tersebut, Appi juga memberikan penghargaan kepada petugas kebersihan Kecamatan Bontoala sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam menjaga kebersihan wilayah.
Appi mengatakan, saat ini terdapat sekitar 979 rumah di Kecamatan Bontoala yang telah mendapatkan fasilitas pembebasan iuran sampah berdasarkan daya listrik rumah tangga. Program tersebut telah berjalan kurang lebih satu tahun.
Tahun ini, Pemkot Makassar akan memperluas cakupan penerima kepada masyarakat yang menggunakan daya listrik 900 VA hingga 1.300 VA.
Penambahan penerima tersebut diperkirakan mencapai sekitar 1.700 rumah. Jika digabungkan dengan penerima yang sudah ada, jumlah rumah yang mendapatkan fasilitas pembebasan iuran sampah di Kecamatan Bontoala ditargetkan mencapai hampir 2.500 rumah.
“Program tersebut telah berjalan kurang lebih satu tahun. Tahun ini, Pemkot Makassar akan memperluas cakupan penerima kepada masyarakat dengan daya listrik 900 VA hingga 1.300 VA,” ujar Appi.
Ia kembali menjelaskan bahwa perluasan tersebut akan menyasar masyarakat dengan meteran listrik 900 hingga 1.300 VA.
“Di Kecamatan Bontoala ini ada 979 rumah yang sudah mendapatkan fasilitas pembebasan iuran sampah dari pemerintah. Ini sudah berjalan kurang lebih satu tahun,” ucap Appi.
“Tahun ini kita akan memberikan tambahan lagi kepada masyarakat yang punya KWH atau meteran listrik 900 sampai 1.300. Jumlahnya kurang lebih 1.700. Ditambah yang 900, di Bontoala ini akan ada hampir 2.500 rumah yang diberikan fasilitas tidak membayar sampah,” sambungnya.
Meski memberikan keringanan kepada masyarakat, Appi menegaskan bahwa fasilitas pembebasan iuran sampah tersebut memiliki kewajiban yang harus dijalankan penerima.
Masyarakat diminta ikut melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah.
Menurut Appi, kebijakan tersebut bukan semata-mata bentuk pembebasan iuran, tetapi juga menjadi cara pemerintah mendorong masyarakat agar ikut mengambil bagian dalam pengelolaan sampah.
“Kenapa ini kita lakukan? Karena kita ingin memastikan masyarakat ikut bersama-sama pemerintah dalam rangka mengelola sampah rumah tangganya. Persoalannya simpel, coba dipilah,” katanya.
Appi menegaskan, fasilitas pembebasan iuran sampah dapat dievaluasi apabila masyarakat tidak menjalankan kewajiban memilah sampah sebagaimana yang diharapkan pemerintah.
Selain menyampaikan perluasan program pembebasan iuran sampah, Appi mengapresiasi jajaran Kecamatan Bontoala beserta para lurah dan masyarakat yang dinilai telah bersama-sama pemerintah menjaga kebersihan wilayah.
Ia menilai pengelolaan sampah menjadi tantangan tersendiri bagi Bontoala. Salah satu faktornya karena wilayah tersebut memiliki tiga pasar yang menjadi salah satu penggerak aktivitas ekonomi masyarakat.
“Di sini ada tiga pasar. Tiga pasar ini menjadi salah satu faktor penguat ekonomi yang ada di Kecamatan Bontoala. Maka dari itu, ini juga menjadi tantangan sekaligus keuntungan bagi warga yang ada di Bontoala,” jelasnya.
Menurut Appi, keberadaan pasar turut menghasilkan volume sampah yang cukup besar sehingga membutuhkan penanganan ekstra dari pemerintah bersama masyarakat.
Karena itu, ia mendorong agar kerja keras dalam pengelolaan sampah terus dilakukan, termasuk melalui edukasi kepada masyarakat mengenai cara mengolah sampah dengan lebih baik.
“Tentu, dengan kerja keras mampu mengelola sampah dengan baik dan terus melakukan edukasi kepada masyarakat bagaimana supaya kita mengolah sampah ini lebih baik lagi,” tuturnya.
Appi menegaskan, persoalan sampah tidak boleh dibiarkan hingga menjadi beban bagi generasi mendatang.
Menurutnya, pemerintah dan masyarakat harus mulai menyelesaikannya sejak sekarang agar Kota Makassar dapat menjadi kota yang lebih bersih, sehat, dan indah.
“Kita tidak ingin mewariskan kepada generasi kita yang akan datang kota yang jorok, kota yang kotor, kota yang tidak sehat. Kita mau menghadirkan kepada generasi kita yang akan datang kota yang bersih, kota sehat, kota yang indah,” tegas Munafri.
Ia mengakui bahwa membenahi persoalan sampah bukan pekerjaan mudah. Namun, menurutnya, persoalan tersebut harus diselesaikan secara bersama-sama agar tidak semakin parah di masa mendatang.
Dalam kesempatan itu, Appi juga menyampaikan sejumlah langkah Pemkot Makassar dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
Salah satunya melalui perbaikan jalan di sejumlah lorong dan ruas jalan.
Pemkot Makassar, kata dia, juga tengah menyiapkan akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), termasuk pedagang kaki lima (PKL), melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang bekerja sama dengan sejumlah perbankan.
Appi mengatakan, pelaku UMKM nantinya akan didata melalui kecamatan untuk mendapatkan tambahan modal usaha.
Namun, akses tersebut diarahkan bagi pelaku usaha yang bersedia mengikuti penataan dan tidak lagi berjualan di tempat-tempat yang dilarang.
“Bagi saudara-saudara kita yang punya usaha UMKM ini kita akan data melalui kecamatan dan akan diberikan tambahan modal. Tambahan modal ini apabila mereka tidak lagi berjualan di tempat-tempat yang dilarang,” ujarnya.
Ia berharap kemudahan akses permodalan tersebut dapat membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat sekaligus mendorong penataan Kota Makassar agar aktivitas ekonomi tetap berjalan tanpa mengganggu ketertiban dan ruang publik.
Menurut Appi, berbagai program tersebut merupakan upaya pemerintah untuk terus menghadirkan kemudahan-kemudahan kepada warga.
Ia berharap masyarakat dapat merasakan langsung kehadiran pemerintah dalam berbagai aspek kehidupan.
“Sehingga warga yang ada di Kota Makassar ini bisa merasakan hadirnya pemerintah di setiap kehidupannya,” pungkas Appi.
Di akhir sambutannya, Appi juga mengingatkan masyarakat untuk mulai mempersiapkan diri menghadapi musim kemarau.
Ia menyebut musim kemarau diperkirakan berlangsung cukup panjang berdasarkan informasi yang diterimanya dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Imbauan tersebut menjadi bagian dari pesan Appi kepada masyarakat agar tetap waspada dan mempersiapkan berbagai kebutuhan menghadapi kondisi cuaca yang diperkirakan berlangsung dalam waktu cukup lama.
Penulis : Fands