JURNALISTA.ID, MAKASSAR — Satu tahun kepemimpinan bukan sekadar tentang menjalankan program, tetapi juga tentang bagaimana seorang pemimpin hadir, mendengar, dan bekerja untuk masyarakat. Prinsip inilah yang tercermin dalam berbagai upaya pembenahan dan pemberdayaan di Kelurahan Gaddong, Kecamatan Bontoala, di bawah kepemimpinan Rakhmawaty Mattayang, S.Pd., S.M., M.M.
Selama satu tahun menjabat sebagai Lurah Gaddong, sejumlah program mulai diwujudkan dan dituntaskan, mulai dari pembuatan Teba, pengembangan Urban Farming Terintegrasi, Rumah Pintar Anak, penataan lorong bersih, hingga pembangunan gapura dan berbagai program lainnya yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
Perubahan tersebut tidak hanya terlihat dari pembangunan fisik, tetapi juga dari upaya menata lingkungan permukiman agar lebih bersih, sehat, produktif, dan nyaman bagi warga.
Sejumlah titik yang sebelumnya terlihat kumuh dan kurang tertata kini mulai mengalami perubahan. Penataan dilakukan dengan pendekatan yang menggabungkan pembenahan lingkungan, pemberdayaan masyarakat, serta penyediaan fasilitas yang mendukung kebutuhan sosial warga.

RW 001: Gapura, Bank Sampah, dan Identitas Wilayah yang Lebih Tertata
Perubahan terlihat di RW 001, kawasan yang menjadi pintu masuk menuju Kantor Kelurahan Gaddong. Sebelumnya, lingkungan tersebut terlihat kurang tertata, padahal menjadi salah satu titik yang pertama kali dijumpai masyarakat ketika menuju kantor kelurahan.
Selain penataan gapura, RW 001 juga menghadirkan Bank Sampah sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah. Program ini mendorong warga untuk memilah dan mengelola sampah dengan lebih baik sehingga memiliki nilai manfaat serta mendukung terciptanya lingkungan yang bersih.
Kombinasi penataan kawasan dan pengelolaan sampah tersebut menjadi langkah untuk membangun lingkungan yang tidak hanya lebih rapi secara visual, tetapi juga memiliki kesadaran terhadap kebersihan dan keberlanjutan.

RW 003: Dari Lorong Kumuh Menjadi Lingkungan yang Lebih Produktif
Transformasi juga terlihat di RW 003. Lorong yang sebelumnya tampak kumuh dan kurang tertata kini mulai dibenahi melalui sejumlah program yang saling mendukung.
Penataan lorong sehat, pengembangan Urban Farming, hingga kehadiran Rumah Pintar Anak menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan yang tidak hanya bersih dan nyaman, tetapi juga produktif serta ramah bagi anak-anak.
Urban Farming mendorong pemanfaatan ruang terbatas menjadi area hijau yang memiliki nilai guna. Sementara itu, Rumah Pintar Anak diharapkan menjadi ruang pendukung kegiatan belajar, literasi, dan pengembangan potensi anak-anak di lingkungan sekitar.
Melalui pendekatan tersebut, lorong tidak lagi sekadar menjadi akses jalan di antara rumah warga. Lebih dari itu, lorong diarahkan menjadi ruang bersama yang mendukung aktivitas sosial, penghijauan, dan peningkatan kualitas kehidupan masyarakat.

RW 005 RT 001: Pembenahan Lingkungan dengan Program Terintegrasi
Salah satu perubahan yang menonjol juga terlihat di RW 005, khususnya RT 001. Kawasan yang sebelumnya tampak kumuh dan kurang sedap dipandang kini mengalami pembenahan melalui sejumlah program yang dikembangkan secara terintegrasi.
Mulai dari pembuatan Teba untuk mendukung pengelolaan sampah organik, pengembangan Urban Farming, hingga keberadaan Puskesmas Pembantu (Pustu) dan Pos Keamanan Lingkungan (Poskamling), berbagai fasilitas dan program tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang lebih tertata dan mendukung kebutuhan masyarakat.
Integrasi program ini tidak hanya berfokus pada kebersihan dan keindahan kawasan, tetapi juga mencakup aspek kesehatan, keamanan, serta produktivitas warga.
Penataan tersebut diharapkan mampu mendorong terciptanya lingkungan yang lebih fungsional, sekaligus menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga dan merawat fasilitas yang tersedia.

Tak Hanya Membangun, Rakhmawaty Turun Langsung Mendengar Keluhan Warga
Di balik pembenahan sejumlah wilayah tersebut, pendekatan langsung kepada masyarakat menjadi bagian penting dalam kepemimpinan Rakhmawaty Mattayang.
Sebagai Lurah Gaddong, ia turun langsung menemui warga, mendengarkan keluhan, menyerap aspirasi, dan melihat persoalan yang dihadapi masyarakat di lingkungannya. Bahkan, komunikasi dengan warga tidak jarang berlangsung hingga tengah malam demi mendengarkan langsung berbagai keluhan dan kebutuhan masyarakat.
Kehadiran tersebut menjadi ruang komunikasi antara pemerintah dan warga untuk memahami persoalan secara langsung, sekaligus mengidentifikasi hal-hal yang memerlukan perhatian dan tindak lanjut.
Sebab, persoalan di tingkat kelurahan tidak selalu dapat dipahami hanya melalui laporan administratif. Diperlukan komunikasi dan kehadiran langsung di lapangan agar pemerintah dapat melihat kondisi riil serta memahami kebutuhan masyarakat secara lebih menyeluruh.
Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya membangun pelayanan yang lebih dekat dengan warga, sekaligus memperkuat koordinasi dalam menangani berbagai persoalan di lingkungan permukiman.
Satu Tahun Pengabdian, Menjaga Perubahan agar Berkelanjutan
Berbagai pembenahan di RW 001, RW 003, dan RW 005 menjadi bagian dari perjalanan satu tahun kepemimpinan Rakhmawaty Mattayang di Kelurahan Gaddong, Kecamatan Bontoala.
Dari gapura sebagai identitas wilayah, Bank Central Sampah, Penataan lorong sehat, pengembangan Urban Farming, Rumah Pintar Anak, hingga integrasi Teba, Pustu, dan Poskamling, berbagai program tersebut diarahkan untuk menghadirkan lingkungan yang lebih baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Namun, keberhasilan penataan lingkungan tidak hanya diukur dari perubahan tampilan fisik atau selesainya pembangunan fasilitas. Keberlanjutan program, pemeliharaan sarana, dan keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Memasuki tahun berikutnya, berbagai capaian tersebut menjadi pijakan untuk melanjutkan pembenahan, memperkuat kolaborasi, dan meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kelurahan Gaddong.
Satu tahun pengabdian menjadi pengingat bahwa membangun wilayah bukan hanya tentang mengubah wajah lingkungan, tetapi juga tentang hadir di tengah masyarakat, mendengarkan suara mereka, dan bekerja bersama untuk menciptakan perubahan yang bermakna.
Penulis : Fands