JURNALISTA.ID, MAKASSAR — Ada suasana haru yang dirasakan Lurah Gaddong, Rakhmawati Mattayang, S.Pd., S.M., M.M., saat membuka dan memberikan sambutan pada Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M di RW 05 Kelurahan Gaddong, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar.
Di hadapan warga yang memenuhi lokasi kegiatan, Rakhmawati mengungkapkan bahwa dirinya merasakan sesuatu yang berbeda pada pelaksanaan Maulid kali ini.

Dengan nada penuh haru, ia mengaku belum pernah merasakan suasana pembukaan kegiatan seperti yang dialaminya malam itu.
“Selama jadi manusia, baru kali ini saya membuka atau memberikan sambutan di acara seperti ini. Saya terharu sekali melihat apa yang dilakukan oleh warga,” ungkap Rakhmawati.
Menurutnya, rasa haru tersebut muncul bukan semata-mata karena kemeriahan acara, tetapi karena melihat kebersamaan dan keikhlasan warga dalam mempersiapkan kegiatan.
Mulai dari anak-anak, remaja, ibu-ibu, bapak-bapak, hingga para tokoh masyarakat terlihat mengambil bagian. Mereka bergotong royong menyiapkan berbagai kebutuhan acara, menghias lokasi, hingga menghadirkan beragam kreasi telur Maulid.
“Ketika saya melihat semua berkumpul seperti ini, saya merasa bangga. Ini bukan hanya tentang Maulid, tetapi tentang bagaimana kita sebagai warga bisa bersama-sama, saling membantu dan saling menguatkan,” ujarnya.
Rakhmawati menyebut pemandangan tersebut menjadi salah satu pengalaman yang sangat berkesan selama dirinya menjalankan tugas sebagai Lurah Gaddong.
Ia menilai, semangat warga RW 05 menunjukkan bahwa nilai kebersamaan dan gotong royong masih hidup dan tumbuh kuat di tengah masyarakat.
Rakhmawati menegaskan, kemeriahan Maulid Nabi tidak boleh hanya dilihat dari panggung, dekorasi maupun banyaknya telur yang dihias warga.
Di balik kemeriahan tersebut terdapat proses panjang berupa kerja sama, pengorbanan waktu, tenaga, pikiran, bahkan biaya dari masyarakat.
“Itulah yang membuat saya terharu. Saya melihat sendiri bagaimana warga bekerja bersama. Tidak ada yang merasa paling penting. Semua mengambil bagian sesuai kemampuannya,” katanya.
Ia berharap semangat tersebut dapat terus dipertahankan, tidak hanya ketika ada peringatan Maulid Nabi, tetapi juga dalam berbagai persoalan dan kegiatan sosial di lingkungan masyarakat.
“Kalau kebersamaan seperti ini terus kita jaga, insyaallah Gaddong akan semakin kuat. Karena pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kita membutuhkan masyarakat, dan masyarakat juga membutuhkan kebersamaan,” tutur Rakhmawati.
Menurutnya, momentum Maulid Nabi juga menjadi kesempatan untuk mengajarkan kepada generasi muda bahwa mencintai Rasulullah SAW tidak hanya melalui perayaan, tetapi juga dengan meneladani akhlak, kepedulian, persaudaraan dan sikap saling membantu.
“Semoga apa yang kita lakukan malam ini menjadi berkah untuk kita semua. Mudah-mudahan kebersamaan ini terus terjaga dan menjadi kenangan yang baik bagi anak-anak kita,” harapnya.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di RW 05 Gaddong pun menjadi momentum yang tidak hanya meriah, tetapi juga menghadirkan rasa haru dan kebanggaan bagi Lurah Gaddong.
Di tengah gemerlap dekorasi dan warna-warni telur Maulid, ada satu hal yang menurut Rakhmawati jauh lebih berharga: warga yang datang, berkumpul, bekerja bersama, dan menunjukkan bahwa kebersamaan masih menjadi kekuatan utama masyarakat Gaddong.
Penulis : Fands