MAKASSAR — Polisi mengungkap kronologi tewasnya pria berinisial MA alias Koko (28) setelah ditikam rekannya, DR (22), di sebuah indekos kawasan Pasar Terong, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Peristiwa berdarah itu terjadi pada Minggu (30/8/2026). Polisi menduga pelaku emosi setelah korban membalas sapaan dengan perkataan kasar.
Kapolsek Bontoala Kompol Abdul Samad mengatakan, korban dan pelaku sama-sama tinggal di indekos yang berada di kawasan Pasar Terong. Keduanya juga diketahui saling mengenal dan berteman.
Awalnya, DR naik ke lantai dua indekos untuk menyapa Koko yang berada di sana.
Namun, sapaan tersebut justru dibalas dengan perkataan yang membuat DR tersinggung.
“Ini tersangka datang karena di atas juga tinggal, di atas juga kos kemudian dia naik di kos terus menyapa karena antara korban dengan tersangka berteman. Dia menyapa Koko, tapi Koko menjawab dengan kasar,” ujar Abdul Samad kepada wartawan, Senin (31/8/2026).
Tak terima dengan respons tersebut, DR kemudian meninggalkan indekos dan kembali ke rumahnya. Ia mengambil sebilah badik sebelum kembali mendatangi indekos.
DR kemudian menemui korban di lantai dua dan menikamnya sebanyak dua kali.
“Kami tidak tahu apakah ada permasalahan atau bagaimana sehingga tersangka ini kembali ke rumahnya mengambil badik dan datang ke kos lagi terus menikam sebanyak dua kali kepada korban,” katanya.
Ditikam di Lantai Dua, Tergeletak di Lantai Satu
Penikaman terjadi di depan kamar korban yang berada di lantai dua.
Setelah terkena dua tusukan, MA berusaha menyelamatkan diri. Namun, korban akhirnya terkapar di lantai satu dalam kondisi bersimbah darah.
“Di depan kamarnya, di lantai dua (penikaman) sedangkan korban terkapar di lantai satu bersimbah darah,” ungkap Abdul Samad.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut kemudian berdatangan ke lokasi. Polisi juga langsung melakukan pengamanan dan olah tempat kejadian perkara.
Pelaku Tak Kabur, Malah Serahkan Diri
Berbeda dengan pelaku yang melarikan diri setelah melakukan penikaman, DR justru memilih menyerahkan diri.
Usai menikam korban, DR mendatangi Mapolsek Bontoala untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
“Iya, jadi hasil daripada tadi itu setelah menikam dia menyerahkan diri ke Polsek Bontoala,” jelas Abdul Samad.
Polisi kemudian mengamankan sebilah badik yang diduga digunakan dalam aksi penikaman tersebut.
Senjata tajam itu ditemukan di kamar pelaku, tepatnya di dalam kamar mandi.
“Untuk senjata tajam yang digunakan sendiri di mana keberadaannya? Kami tadi dapat di kamar di WC, kami dapat di situ. Kami sudah amankan juga,” kata Abdul Samad.
Sementara itu, jenazah MA telah dievakuasi oleh personel Dokpol ke RS Bhayangkara Makassar untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
“Jadi untuk sementara jenazah sudah tadi Dokpol sudah dibawa ke Bhayangkara,” pungkasnya.
Kasus penikaman yang menewaskan MA tersebut kini masih dalam penanganan Polsek Bontoala. Polisi masih mendalami motif dan rangkaian kejadian yang membuat hubungan pertemanan keduanya berakhir tragis.