JURNALISTA.ID, PANGKEP — Menteri Perhubungan (Menhub) Duby Purwagandhi meninjau langsung Posko Operasi SAR pencarian pesawat ATR 42-500 di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Senin (19/1/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan proses pencarian dan evakuasi berjalan optimal di tengah cuaca ekstrem yang melanda lokasi kejadian.
Menhub tiba di Posko SAR yang berada di Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, sekitar pukul 10.13 Wita. Ia didampingi Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii. Kedatangan keduanya disambut Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko, Kapolda Sulsel Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Purro, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, serta Danlanud Sultan Hasanuddin Marsma TNI Arifaini Nur Dwiyanto.
Setibanya di lokasi, Menhub dan Kepala Basarnas langsung menuju tenda utama Basarnas untuk memantau perkembangan operasi pencarian dan pertolongan. Keduanya kemudian menggelar pertemuan tertutup bersama jajaran terkait, termasuk Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau.
Sebelumnya, Menhub dan Kepala Basarnas tiba di Makassar pada Minggu (18/1/2026) malam dan menggelar rapat internal di Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Kabupaten Maros.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, menjelaskan bahwa proses evakuasi belum dapat dilakukan secara maksimal karena kondisi cuaca dan medan yang berat.
“Tim SAR saat ini masih bertahan di Puncak Gunung Bulusaraung dengan mendirikan tenda di sekitar lokasi penemuan korban. Evakuasi belum bisa dilakukan karena hujan, angin kencang, serta kabut tebal yang membatasi jarak pandang dan membahayakan keselamatan personel,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menyampaikan bahwa evakuasi direncanakan dilakukan melalui jalur udara maupun darat, menyesuaikan kondisi lapangan.
“Opsi evakuasi hari ini menggunakan helikopter Caracal dengan metode hoist apabila kondisi memungkinkan. Jika cuaca tidak mendukung, evakuasi akan dilakukan melalui jalur darat oleh tim SAR gabungan,” kata Syafii.
Selain mengevakuasi korban, Basarnas juga akan melakukan pengangkatan sejumlah bagian pesawat untuk mendukung proses investigasi.
“Evakuasi tidak hanya terhadap korban, tetapi juga bagian pesawat yang dibutuhkan untuk kepentingan investigasi oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT),” tambahnya.
Hingga saat ini, operasi pencarian dan evakuasi masih terus berlangsung dengan mengutamakan keselamatan seluruh personel yang terlibat di lapangan.