Lurah Gaddong Dikepung Pedagang PK5 Pasar Kalimbu’, Ajak Pedagang Tenangkan Pikiran dan Cari Solusi Bersama

Share ke social media

JURNALISTA. ID, MAKASSAR — Lurah Gaddong, Rakhmawati Mattayang, turun langsung menemui sejumlah pedagang kaki lima (PK5) dan warga yang berkumpul di sekitar kawasan Pasar Kalimbu’, Jumat malam. Pertemuan tersebut berlangsung di tengah keresahan pedagang terkait aktivitas penataan kawasan dan dampak yang dirasakan masyarakat sekitar.

Dalam suasana yang sempat memanas, Rakhmawati Mattayang meminta para pedagang untuk tetap tenang dan tidak terpancing emosi. Ia menegaskan bahwa Kelurahan Gaddong sebenarnya tidak memiliki area pasar resmi, namun hanya menerima dampak aktivitas perdagangan dari wilayah sekitar Pasar Kalimbu’.

“Tenangkan dulu pikiran ta’. Kita cari solusi bersama dengan baik. Di Gaddong ini sebenarnya tidak ada pasar, kami hanya menerima imbas aktivitas dari wilayah sebelah,” ujar Lurah Gaddong, Rakhmawati Mattayang, di hadapan para pedagang dan warga, Jumat (22/5/2026).

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para pedagang yang selama ini tetap berjuang mencari nafkah untuk keluarga di tengah kondisi ekonomi yang sulit. Menurutnya, pemerintah memahami perjuangan masyarakat kecil dan tidak ingin mengambil langkah yang merugikan pedagang.

“Kita paham semua pedagang di sini cari makan untuk keluarga. Pemerintah tidak menutup mata soal itu. Makanya kita ingin komunikasi tetap baik supaya ada jalan keluar yang tidak merugikan masyarakat kecil,” tambahnya.

Sejumlah pedagang dalam pertemuan tersebut menyampaikan harapan agar pemerintah tetap memberi ruang usaha dan mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat sebelum mengambil keputusan penataan kawasan.

Meski berlangsung hingga malam hari, dialog antara pemerintah kelurahan dan pedagang tetap berjalan kondusif. Warga yang hadir juga berharap komunikasi seperti ini terus dilakukan agar persoalan di lapangan dapat diselesaikan secara musyawarah dan humanis.

Pertemuan itu ditutup dengan ajakan menjaga situasi tetap aman, tertib, dan saling menghargai antara pedagang, warga, dan pemerintah demi menciptakan lingkungan yang nyaman bagi semua pihak.

Penulis: Arifandi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *