JURNALISTA.ID, MAKASSAR – Setelah puluhan tahun menggunakan badan jalan dan trotoar sebagai lokasi aktivitas perdagangan, pasar tumpah di kawasan Jalan Veteran Utara akhirnya ditertibkan Pemerintah Kota Makassar pada Minggu (24/5/2026) dini hari.
Penertiban difokuskan terhadap aktivitas bongkar muat serta pedagang sayur mayur di sekitar Pasar Kubis dan lorong-lorong menuju Jalan Veteran Utara yang selama ini kerap memicu kemacetan, penumpukan sampah, hingga mengganggu pengguna jalan.
Sebanyak 667 pedagang direlokasi ke Terminal Malengkeri, Kecamatan Tamalate, sebagai bagian dari upaya penataan kawasan dan pengembalian fungsi fasilitas umum.
Direktur Utama Perumda Pasar Makassar Raya, Ali Gauli Arief, mengatakan proses penertiban berlangsung aman, humanis, dan tanpa gesekan karena para pedagang memahami tujuan penataan tersebut.
“Alhamdulillah penataan berjalan kondusif. Tidak ada gesekan karena semua dilakukan secara kolektif dengan mengedepankan komunikasi dan menjaga ketertiban serta keamanan warga,” ujar Ali Gauli Arief.
Ia menjelaskan, sebanyak 308 mobil boks pedagang bongkar muat telah berpindah dan mulai beroperasi di Terminal Malengkeri. Pemerintah Kota Makassar juga telah menyiapkan lokasi relokasi yang lebih luas dan tertata agar aktivitas perdagangan tetap berjalan dengan baik.
“Pemerintah Kota Makassar menyiapkan lokasi relokasi yang lebih luas dan tertata di Terminal Malengkeri agar aktivitas perdagangan tetap berjalan tanpa mengganggu fasilitas umum,” jelasnya.
Selain pedagang bongkar muat, penertiban juga dilakukan terhadap lapak pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Kubis, Jalan Lobak, Lorong 97, Lorong 98, serta sejumlah lorong lainnya di sekitar pasar menuju Jalan Veteran Utara.
Ali menyebut pembongkaran lapak berjalan lancar karena para pedagang mendukung penataan kawasan demi kepentingan bersama.
“Pembersihan lapak-lapak PKL yang menuju akses Jalan Veteran sudah dibongkar. Semua berjalan baik karena pedagang juga memahami tujuan penataan ini,” katanya.
Selama ini, aktivitas pasar tumpah diketahui berlangsung mulai pukul 23.00 Wita hingga pagi hari. Kendaraan mobil boks pedagang yang menggunakan badan jalan untuk bongkar muat menyebabkan penyempitan ruas jalan dan kemacetan panjang di kawasan tersebut.
Pemerintah berharap relokasi pedagang ke Terminal Malengkeri dapat menjadi solusi jangka panjang sehingga Jalan Veteran Utara kembali tertata, nyaman, dan aman bagi masyarakat.
“Dengan kesadaran pedagang untuk relokasi ke Terminal Malengkeri, fungsi jalan kini bisa kembali digunakan dengan nyaman dan tidak lagi mengganggu pengguna jalan lainnya,” pungkasnya.