Fadly Padi : Gaddong Bisa Jadi Contoh Kota Mandiri Berbasis Urban Farming

Share ke social media

JURNALISTA.ID, MAKASSAR — Andi Fadly Arifuddin yang dikenal sebagai Fadly Padi, selaku Tim Ahli Wali Kota Makassar di bidang urban farming, menilai Kelurahan Gaddong, Kecamatan Bontoala, memiliki potensi besar menjadi contoh kota mandiri berbasis lingkungan di masa depan.

Penilaian tersebut disampaikan saat kunjungannya ke Ruang Pintar Sungai Cerekang serta kawasan urban farming Kelompok Wanita Tani (KWT) Parakatte, yang dinilai telah menunjukkan praktik nyata pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan di tingkat lorong.

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya mendorong penguatan program urban farming dan pengelolaan sampah terpadu sebagai solusi menghadapi tantangan perkotaan, khususnya di Kota Makassar.

Dalam kesempatan tersebut, Fadly mengapresiasi perkembangan Rumah Pintar yang didukung oleh PNM serta aktivitas KWT Parakatte yang dinilai mampu menjadi contoh praktik baik dalam pengelolaan lingkungan berbasis komunitas.

“Alhamdulillah, kami sangat senang melihat bagaimana urban farming dan pengelolaan sampah di Kota Makassar terus bergerak dan berkembang. Ini menunjukkan adanya kolaborasi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak terkait,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan program seperti ini tidak terlepas dari sinergi berbagai elemen, mulai dari pemerintah kelurahan, RT/RW, komunitas, hingga akademisi. Ia menekankan bahwa semangat kebersamaan menjadi kunci percepatan pembangunan berbasis lingkungan.

“Kalau kita bergerak bersama, insya Allah kita bisa lebih cepat sampai ke tujuan. Pada akhirnya, kita semua yang akan bangga ketika Makassar menjadi kota terdepan di Indonesia,” tambahnya.

Selain meninjau kegiatan urban farming, Fadly juga menanggapi sejumlah aspirasi warga terkait penguatan fasilitas pendukung seperti bank sampah, pengolahan pupuk, serta sistem pemilahan sampah.

Ia menjelaskan bahwa usulan tersebut telah dibahas dalam forum bersama pemerintah dan stakeholder terkait, termasuk Pusdal dan Dewan Lingkungan. Saat ini, pemerintah tengah menyusun perencanaan yang lebih matang guna mempercepat pengelolaan sampah secara terintegrasi.

“Fasilitas seperti bank sampah dan pengolahan pupuk tentu akan menjadi bagian dari rencana ke depan. Namun yang paling penting adalah semangat masyarakat untuk terus belajar dan terlibat aktif,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa akses terhadap pengetahuan kini semakin terbuka luas, sehingga masyarakat diharapkan dapat terus meningkatkan kapasitas, terutama dalam pengelolaan lingkungan dan pengembangan pertanian perkotaan.

Sebagai Tim Ahli Wali Kota Makassar, Fadly menegaskan komitmennya untuk terus mendorong integrasi program urban farming dengan sektor lingkungan hidup, guna memperkuat pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.

Dengan kolaborasi yang terus terbangun, Gaddong diharapkan tidak hanya menjadi contoh di tingkat lokal, tetapi juga dapat direplikasi di wilayah lain, sebagai model kota mandiri, produktif, dan berkelanjutan di Indonesia.

Penulis: Arifandi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *