JURNALISTA.ID – Makassar. Peristiwa kekerasan dengan menggunakan senjata tajam kembali mengguncang Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Dua warga menjadi korban dalam bentrokan antarkelompok yang pecah di Kecamatan Tallo, Senin malam (22/9/2025).
Seorang wanita dilaporkan terluka di lehernya akibat tertusuk anak panah busur, sementara seorang pria menderita luka serius di mata.
Insiden ini terjadi saat Polrestabes Makassar sedang mengadakan acara Ngopi Kamtibmas di Kelurahan Eja Beru.
Kronologi Kejadian Menurut laporan, bentrokan dimulai sekitar pukul 21.54 WITA. Suara petasan yang tiba-tiba terdengar memicu kepanikan di antara warga.
Diduga, sekelompok orang dari Layang memulai serangan dengan menyerang ke arah Lorong 148.
Salah satu korban wanita, yang saat itu sedang duduk di kursi roda, menceritakan pengalamannya.
Ia mengaku awalnya hendak mengambil kunci motor yang jatuh dan naik ke lantai tiga rumahnya. Tiba-tiba, ia merasakan sakit dan menduga dirinya terkena lemparan batu, belum akhirnya sadar bahwa ada anak panah busur menancap di pundaknya.
Kejadian ini bukan insiden pertama yang melibatkan teror busur di Makassar. Pada bulan Mei 2025 lalu, seorang wanita juga menjadi korban setelah pahanya tertusuk anak panah busur saat pulang usai membeli voucher data.
Terkait insiden yang sering terjadi, bagaimana menurut Anda langkah terbaik yang bisa diambil oleh pihak berwajib dan masyarakat untuk menghentikan teror kekerasan seperti ini?