JURNALISTA.ID, MAROS – Kabar gembira datang bagi para guru honorer di pelosok Kabupaten Maros. Mulai pertengahan tahun ini, insentif mereka resmi naik dari Rp600 ribu menjadi Rp1 juta per bulan.
Kenaikan tersebut diberikan kepada 33 guru SD dan SMP yang mengajar di sekolah dengan jumlah siswa kurang dari 50 orang. Mereka tersebar di 19 sekolah pada enam kecamatan, yakni Mallawa, Camba, Cenrana, Maros Baru, Simbang, dan Tompobulu.
Sekretaris Dinas Pendidikan Maros, Zainuddin, mengatakan tambahan Rp400 ribu per guru ini sudah mulai disalurkan. “Harapannya bisa menambah semangat guru dalam mengajar di daerah pelosok,” ujarnya, Minggu (21/9/2025).
Ia menegaskan, meski jumlah siswa sedikit, kualitas pendidikan tidak boleh berbeda dengan sekolah di perkotaan. “Pemerintah hadir untuk memastikan guru tetap mendapat perhatian,” tambahnya.
Bupati Maros, Chaidir Syam, menyebut sektor pendidikan menjadi prioritas utama pembangunan daerah. Tahun ini, anggaran pendidikan bahkan mencapai Rp470 miliar.
“Sebagian besar anggaran itu dialokasikan untuk mendukung kenaikan gaji guru, sesuai kebijakan nasional Presiden Prabowo Subianto, sekaligus tambahan insentif bagi guru di pelosok,” jelasnya.
Chaidir berharap kebijakan ini menjadi bukti nyata keberpihakan pemerintah terhadap tenaga pendidik. “Dengan dukungan anggaran dan insentif, kita ingin semua anak di Maros—baik di kota maupun pelosok—tetap mendapat hak pendidikan yang sama,” tutupnya.