JURNALISTA.ID, MAKASSAR — Perum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulsel–Sulbar) memastikan ketersediaan beras di Sulawesi Selatan berada dalam kondisi sangat aman. Bahkan, stok yang dikuasai saat ini disebut sebagai yang terbesar sepanjang sejarah.
Pimpinan Wilayah Bulog Sulsel–Sulbar, Fahrurozi, mengungkapkan hingga Jumat, 20 Februari 2026, stok beras mencapai 533 ribu ton. Jumlah tersebut dinilai lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang, termasuk menghadapi lonjakan permintaan saat Ramadan dan Idulfitri.
“Untuk stok beras, kami sangat cukup. Saat ini ada 533 ribu ton. Ini aman sampai Lebaran tahun depan, bahkan bisa dikatakan hingga 50 bulan ke depan,” ujar Fahrurozi usai melakukan pemantauan harga di Pasar Terong, Makassar.
Ia menegaskan, dengan cadangan sebesar itu, Sulawesi Selatan berada pada posisi yang aman dari potensi kelangkaan beras maupun gejolak pasokan.
“Stok kami ini yang terbesar sepanjang sejarah. Jadi untuk Sulsel, beras sangat aman,” tegasnya.
Tak hanya beras, ketersediaan minyak goreng juga dipastikan dalam kondisi melimpah. Bulog rutin memperoleh suplai MinyaKita setiap bulan dari produsen di Pasangkayu, Sulawesi Barat, sehingga distribusi tetap terjaga.
Sementara itu, Perum Bulog Kantor Cabang Makassar juga memastikan kesiapan stok untuk wilayah Kota Makassar dan sekitarnya. Hingga 18 Februari 2026, cadangan beras tercatat sekitar 48 ribu ton, yang dinilai cukup untuk menopang kebutuhan hingga dua tahun ke depan.
Pemimpin Cabang Bulog Makassar, Faris Sudirman, menyebut jumlah tersebut masih berpotensi bertambah seiring masuknya masa panen di sejumlah daerah.
“Dengan adanya panen di beberapa titik, otomatis kami akan melakukan penyerapan. Stok akan terus bertambah dan ketersediaan beras aman untuk menghadapi Ramadan dan Idulfitri,” ujarnya.
Wilayah kerja Bulog Cabang Makassar meliputi Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Maros, Takalar, dan Pangkajene Kepulauan (Pangkep). Bulog, kata Faris, siap menyerap gabah petani untuk menjaga keseimbangan stok sekaligus mendukung kesejahteraan petani lokal.
Selain beras, komoditas pangan strategis lainnya juga dalam kondisi aman. Stok gula pasir saat ini mencapai 161 ton, sementara minyak goreng tersedia sebanyak 70 ribu liter.
“Baik gula pasir maupun minyak goreng, semuanya tersedia. Kalau ada peningkatan permintaan, kami siap menambah stok,” jelasnya.
Dalam rangka menjaga stabilitas harga selama Ramadan, Bulog akan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) bekerja sama dengan pemerintah daerah dan Pemerintah Provinsi Sulsel di 24 kabupaten/kota.
Melalui program ini, masyarakat dapat memperoleh bahan pangan dengan harga di bawah pasar. Selain itu, Bulog juga akan melakukan intervensi langsung di pasar-pasar guna menekan potensi lonjakan harga.
“Kami juga bersinergi dengan TNI dan Polri. Gerakan pangan murah ini tidak hanya dilakukan saat Ramadan, tetapi intensitasnya akan lebih tinggi selama bulan suci,” pungkas Faris.
Dengan stok yang melimpah dan distribusi yang terjaga, Bulog optimistis stabilitas harga dan ketahanan pangan masyarakat Sulawesi Selatan tetap terjaga menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026.