Lurah Gaddong Paparkan Kinerja dan Penataan PKL Saat Reses DPRD

Share ke social media

JURNALISTA.ID, MAKASSAR – Lurah Gaddong, Rakhmawaty Mattayang, S.Pd, M.Si, M.M, memaparkan capaian kinerja serta program penataan wilayah dalam kegiatan Reses Masa Persidangan II Tahun Sidang 2025/2026 yang berlangsung di Jl. Pajenekang, Kelurahan Gaddong, Kecamatan Bontoala, Makassar, bersama Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Fauzi Andi Wawo, S.Sos, dan unsur masyarakat setempat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Binmas dan Bhabinkamtibmas, tokoh masyarakat, pengurus RT/RW, serta warga yang antusias menyampaikan aspirasi terkait pelayanan publik dan penataan lingkungan.

Dalam sambutannya, Rakhmawaty menyampaikan bahwa pihak kelurahan saat ini fokus melakukan penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menggunakan drainase dan bahu jalan untuk berjualan. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu penyebab utama terjadinya banjir saat hujan.

“Penertiban ini kami lakukan berdasarkan Perda Nomor 7 Tahun 2021 Pasal 24. Banyak drainase yang tertutup lapak pedagang sehingga air tidak mengalir dengan baik,” ujarnya.

Ammy, sapaanya, menjelaskan bahwa penertiban dilakukan secara bertahap dan mengedepankan pendekatan persuasif. Tahapan dimulai dari imbauan, sosialisasi, hingga pemberian surat peringatan (SP1 dan SP2).

Ia juga mengungkapkan bahwa sebagian pedagang telah mengajukan permohonan untuk diberi waktu hingga setelah Lebaran.

“Alhamdulillah, mereka datang sendiri meminta kebijakan. Setelah Lebaran, mereka bersedia membongkar lapaknya secara mandiri. Selanjutnya akan dilanjutkan dengan SP3,” jelasnya.

Sebagai bentuk solusi, pihak kelurahan telah menyiapkan lokasi relokasi bagi para PKL. Lokasi tersebut direncanakan menjadi kawasan kuliner dengan konsep “Kampung Sarabba” yang dilengkapi fasilitas pendukung.

“Di tempat baru nanti, pedagang bisa berjualan pagi, siang, hingga malam tanpa mengganggu lalu lintas dan drainase,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Ammy juga mengapresiasi program KKBinaan dan Kartu Tanda Anggota (KTA) yang disampaikan oleh Fauzi Andi Wawo. Menurutnya, program tersebut dapat membantu pendataan serta pendampingan masyarakat secara lebih terstruktur.

“Dengan adanya KKbinaan, warga bisa lebih mudah mendapatkan pendampingan dan perhatian,” katanya.

Menutup sambutannya, Rakhmawaty berharap sinergi antara pemerintah kelurahan, DPRD, dan masyarakat dapat terus terjaga demi menciptakan lingkungan yang tertib, bersih, dan nyaman.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf menjelang bulan suci Ramadan serta mengajak seluruh warga untuk mendukung program penataan wilayah demi kepentingan bersama.

“Semoga semua rencana ini berjalan baik dan membawa manfaat bagi masyarakat Gaddong,” tutupnya.

Kegiatan reses berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab, di mana warga menyampaikan aspirasi terkait penataan lingkungan, layanan publik, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Penulis : Fands

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *