Sadis! Nyawa Nyaris Melayang di Malam Tahun Baru, Keluarga Korban Penikaman di Jalan Andalas Desak Polisi Tangkap Pelaku

Share ke social media

JURNALISTA.ID MAKASSAR – Perayaan malam pergantian tahun baru 2026 berujung tragis bagi seorang pemuda bernama Muhammad Gilang Putra. Gilang menjadi korban pengeroyokan dan penikaman oleh sekelompok orang tak dikenal (OTK) di Jalan Andalas, tepatnya di depan Toko Daimaru, Makassar, pada Rabu (31/12/2025) sekitar pukul 23.00 WITA.

​Kronologi Aksi Pengejaran

​Peristiwa bermula saat Gilang dalam perjalanan memenuhi undangan rekannya untuk merayakan malam pergantian tahun. Namun, saat melintas di kawasan Jalan Layya, korban menyadari dirinya sedang dibuntuti oleh sejumlah orang yang mengendarai sepeda motor.

​Merasa terancam, Gilang berupaya menyelamatkan diri dengan memacu kendaraannya. Aksi kejar-kejaran berlangsung hingga ke Jalan Andalas. Sayangnya, korban berhasil terpojok di depan Toko Daimaru setelah para pelaku mengadang laju kendaraannya.

​Kondisi Korban

​Tanpa ampun, kelompok OTK tersebut langsung mengeroyok korban secara membabi buta. Akibat serangan tersebut, Gilang menderita luka lebam parah di bagian wajah dan tiga luka tikaman senjata tajam di bagian punggung.

​Saat ini, Muhammad Gilang Putra tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Daya. Kondisinya masih dalam pengawasan medis akibat luka-luka serius yang dideritanya.

​Harapan Keluarga Korban

​Pihak keluarga yang tidak terima dengan aksi premanisme tersebut meminta pihak berwajib untuk memberikan perhatian khusus pada kasus ini. Mereka berharap aparat kepolisian dari Polrestabes Makassar atau Polsek setempat segera bertindak cepat.

​”Kami dari pihak keluarga sangat berharap pihak kepolisian segera mengungkap identitas dan menangkap para pelaku yang telah menganiaya Gilang. Kejadian ini sangat kejam dan kami ingin keadilan ditegakkan,” ujar salah satu perwakilan keluarga korban.

​Hingga berita ini diturunkan, motif penyerangan tersebut masih misterius. Masyarakat pun dihimbau untuk tetap waspada dan melaporkan jika melihat aktivitas mencurigakan di sekitar lokasi kejadian pada malam tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *