JURNALISTA.ID, JENEPONTO – Skandal memalukan yang mencoreng muka birokrasi desa kembali terkuak. Warga Desa Pao, Kecamatan Tarowang, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, kini terpaksa menelan pil pahit setelah bendahara desa mereka, berinisial MR, diduga kuat melarikan diri membawa kabur uang rakyat senilai puluhan juta rupiah.
MR menghilang tanpa jejak, meninggalkan lubang besar dalam kas desa dan, yang lebih parah, menyisakan derita bagi para perangkat desa yang kini harus gigit jari lantaran gaji atau Penghasilan Tetap (Siltap) mereka dari Alokasi Dana Desa (ADD) Tahun Anggaran 2025 menguap entah ke mana.
Kasus ini, yang seharusnya tidak pernah terjadi, mencuat setelah para perangkat desa mulai meradang karena gaji mereka tak kunjung dibayarkan selama berbulan-bulan. Mereka bukan sekadar mengeluh, mereka menuntut kejelasan.
Kepala Desa Pao, Sudirman Tatu, S.Pd., akhirnya tak bisa mengelak. Dalam konfirmasi kilat melalui telepon, ia hanya mampu membenarkan. “Iye benar, bendahara desa gelapkan gaji, Siltap perangkat desa,” ujarnya, Kamis (16/10/2025). Pengakuan ini seperti membongkar borok yang sudah lama ditutupi.
Sudirman menambahkan bahwa sang bendahara “nakal” itu sudah tidak terlihat batang hidungnya di kantor sejak beberapa waktu lalu. Sebuah ironi: pelayan publik yang seharusnya menjaga amanah malah menjadi maling dalam rumahnya sendiri, kemudian menghilang secepat kilat.
Dugaan penggelapan ini kini sudah mendarat di meja penyidik Polres Jeneponto. Kanit Tipidkor Satreskrim Polres Jeneponto, IPDA Nurhadi, SH., MH., membenarkan laporan tersebut, menyebutkan dugaan penggelapan dana Siltap Perangkat Desa oleh Kasi Keuangan atau Bendahara Desa Pao.
”Kami sudah memanggil Kades untuk klarifikasi. Dari hasil pemeriksaan awal, Kades juga membenarkan adanya dugaan penggelapan oleh bendahara,” ungkap Nurhadi, menunjukkan bahwa benang merah penggelapan ini terbilang tebal.
Dari penyelidikan sementara, uang rakyat yang dijarah diperkirakan mencapai angka fantastis, sekitar Rp80 juta. Polisi kini tengah mengobrak-abrik rekening desa, mencari jejak dan modus operandi si bendahara yang licik.
MR, si oknum bendahara yang diduga kuat jadi biang keladi, disebut telah menghilang sejak awal Oktober. Ia kini buronan.
Kasus ini adalah TAMENG RUNTUH bagi sistem pengawasan dana publik. Pengelolaan Dana Desa, yang harusnya menjadi motor pembangunan, kini ternoda oleh praktik korupsi kotor di tingkat akar rumput. Ini adalah peringatan keras bahwa pengawasan internal di desa-desa Jeneponto, bahkan di seluruh Sulawesi Selatan, sangat lemah dan rentan dibobol.
Aparat penegak hukum dituntut tidak hanya menangkap buronan MR, tetapi juga mengupas tuntas rantai pengawasan yang gagal total. Hanya dengan transparansi yang setajam silet dan partisipasi masyarakat yang aktif mengawasi, praktik penyelewengan Dana Desa yang merugikan rakyat kecil ini bisa dicegah untuk tidak terulang kembali!
Finally, an iOS app that actually works! 88vinproios is smooth, reliable, and doesn’t drain my battery. Grab it here: 88vinproios.