JURNALISTA.ID, MAKASSAR – Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana memastikan kondisi di Kecamatan Tallo mulai kondusif pasca bentrokan antarwarga di Jalan Kandea III, Kelurahan Bunga Eja Beru, Selasa (23/9/2025) malam. Keributan itu sebelumnya menghanguskan lima rumah warga.
“Alhamdulillah situasi sudah kondusif. Personel gabungan masih berjaga di titik rawan,” kata Arya, Rabu (24/9/2025).
Menurutnya, konflik di kawasan Tallo bukan persoalan baru. Perselisihan antarwarga sudah terjadi sejak 1989. Meski sempat reda, pertengahan 2025 tawuran kembali muncul dan memuncak dalam sepekan terakhir.
Sementara itu, munculnya tagar #MakassarTidakAman di media sosial dibantah Arya. Ia menegaskan bentrokan hanya terjadi di satu wilayah dan tidak mencerminkan kondisi seluruh kota.
“Ini sebenarnya hanya masalah antar-lorong dalam satu kelurahan. Kalau ada pemicunya, konflik lama ini bisa pecah lagi,” jelasnya.
Polisi mengaku telah menempuh berbagai langkah persuasif sejak awal, mulai mempertemukan tokoh masyarakat, safari subuh ke masjid-masjid, hingga menggelar Ngopi Kamtibmas. Namun, bentrokan tetap terjadi bahkan disertai aksi pembakaran mobil bekas.
Untuk mengantisipasi keributan susulan, Polrestabes menambah pasukan Brimob dan menggandeng Kodim 1408. Personel ditempatkan di empat titik rawan: Kandea III, Layang, Tinumbu Lorong 148, dan Lembo.
Arya menegaskan, pihaknya akan mengusut tuntas para pelaku, termasuk kemungkinan adanya aktor intelektual maupun keterkaitan dengan jaringan narkoba. “Bukan hanya pelaku lapangan, tapi siapa yang menggerakkan. Termasuk kasus pembusuran kemarin, pelakunya akan kami ungkap,” tegasnya.
Sejauh ini, banyak pelaku tawuran masih remaja. Mereka kerap melarikan diri dan bersembunyi di rumah warga. Arya pun mengingatkan orang tua untuk ikut bertanggung jawab. “Kalau dibiarkan, orang tua bisa kena pasal pembiaran. Jadi peran orang tua penting untuk mengawasi,” ujarnya.
“Dari 12 kecamatan, hanya satu wilayah. Jangan dijeneralisasi seolah semua Makassar tidak aman,” tutupnya.