JURNALISTA.ID, MAKASSAR – Dua pekan menjelang pergantian tahun, realisasi belanja Pemerintah Kota Makassar masih tergolong rendah. Hingga pertengahan Desember 2025, serapan anggaran baru mencapai 65,01 persen, sementara capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) telah berada di angka 89 persen.
Kondisi tersebut dibenarkan Sekretaris Daerah Kota Makassar, Andi Zulkifli Nanda, saat ditemui di Kantor Wali Kota Makassar, Senin (15/12).
Zulkifli—akrab disapa Zul—mengaku khawatir rendahnya realisasi belanja dapat memengaruhi kinerja pemerintah daerah jika tidak dimaksimalkan pada sisa hari jelang akhir tahun.
“Kami berharap di sisa waktu yang ada, seluruh OPD bisa menggenjot realisasi belanja agar lebih maksimal,” ujarnya.
Mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar itu mengungkapkan, masih terdapat sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dengan tingkat serapan anggaran yang cukup rendah. Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) menjadi OPD dengan realisasi terendah, yakni baru 29 persen.
“Sejauh ini, itu yang paling rendah. Kami berharap serapan anggarannya bisa meningkat signifikan hingga akhir tahun,” kata Zul.
Selain Disperkim, beberapa OPD lain juga mencatatkan serapan anggaran di bawah rata-rata, di antaranya Dinas Lingkungan Hidup 42 persen, Dinas Pertanahan 52 persen, Dinas Pekerjaan Umum 53 persen, Dinas Penataan Ruang 53 persen, Dinas Kearsipan 55 persen, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) 56 persen, serta Dinas Komunikasi dan Informatika 57 persen.
Sementara itu, OPD dengan realisasi belanja tertinggi adalah Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) yang telah mencapai 89 persen. Disusul Satpol PP, Dinas Tenaga Kerja, Dinas Perpustakaan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Pemuda dan Olahraga, Dinas Pariwisata, Inspektorat, serta Dinas Perdagangan.
“OPD dengan serapan tertinggi rata-rata sudah di atas 76 persen,” imbuh Zul.
Ia menargetkan realisasi belanja Pemkot Makassar tahun ini minimal menyamai capaian tahun sebelumnya, yakni di atas 85 persen.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Makassar, Mahyuddin, memastikan seluruh program dan kegiatan fisik di lingkup dinasnya tetap berjalan dan ditargetkan rampung hingga akhir tahun anggaran, meski serapan anggaran saat ini masih rendah.
“Insya Allah di akhir tahun ini sudah banyak pekerjaan yang selesai. Kami yakin penyerapan anggaran akan meningkat signifikan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sejumlah pekerjaan fisik saat ini masih dalam proses, di antaranya pembangunan dan penataan drainase serta peningkatan kualitas lingkungan permukiman melalui betonisasi jalan lingkungan.
“Bahkan ada beberapa pekerjaan yang sudah selesai dan saat ini tinggal memasuki tahap administrasi untuk proses pencairan akhir,” jelas Mahyuddin.
Terkait potensi program yang sulit terealisasi, Mahyuddin menegaskan tidak ada kegiatan yang gagal dilaksanakan. Namun, ia mengakui adanya penyesuaian anggaran akibat kebijakan efisiensi.
“Tidak ada yang gagal. Hanya ada pengurangan anggaran karena efisiensi hasil negosiasi dengan penyedia,” katanya.
Meski demikian, ia menegaskan penyesuaian tersebut tidak memengaruhi pelaksanaan kegiatan secara keseluruhan.
“Semua program tetap berjalan,” tegasnya.
Dengan progres tersebut, Disperkim optimistis target pembangunan dan penyerapan anggaran tahun 2025 dapat tercapai sesuai ketentuan yang berlaku.
Alright guys, gotta say I’ve had some luck on Bigwin7! It’s got a cool vibe and the games are pretty engaging. I even managed to snag a few big wins. Give it a shot and see if you can hit it big! Check them out at bigwin7.