JURNALISTA, MAROS – Aroma tak sedap dan diskriminasi hukum tercium kuat dari penangkapan dua terduga pelaku narkoba di Maros, yang salah satunya disebut-sebut merupakan anak anggota Polres Maros sendiri.
Sementara satu tersangka lain ditahan, oknum anak aparat berinisial RG justru melenggang bebas, memunculkan pertanyaan kritis tentang standar ganda dan ‘sakitnya’ penegakan hukum di institusi tersebut.
Kejadian bermula pada dini hari yang mencekam. Menurut Maya, adik dari tersangka Rico, adeknya ditangkap bersama Muh. Fatir alias RG yang merupakan anak anggota polres maros di Jalan Bulu Bulu Perumahan Griya cemerlan.
“Adik saya (Rico) ditangkap pukul 01.00 malam oleh enam orang aparat,” ungkap Maya dengan nada khawatir.
Ironi yang Menusuk: Anak anggota Polres Bebas, Rakyat Biasa Ditahan
Yang paling menyesakkan adalah perlakuan berbeda pasca penangkapan. Rico kini mendekam di tahanan, sementara Muh. Fatir alias RG, yang diklaim sebagai anak anggota Polres Maros, dilepaskan.
“Hanya Rico yang ditahan, dan RG dilepas. Ini ada apa?” desak Maya, mempertanyakan keadilan yang timpang.
Usaha Maya untuk mencari kejelasan kepada pihak berwenang terbentur tembok kebisuan yang mencurigakan.
Ketika mengkonfirmasi nasib kedua tersangka kepada penyidik Polres Maros, Malik, jawaban yang didapatnya justru semakin mempertebal keraguan publik.
Kasus ini menjadi tamparan keras bagi citra institusi kepolisian. Bagaimana mungkin dua individu yang ditangkap bersamaan dalam kasus yang sama, mendapatkan perlakuan hukum yang jauh berbeda?
Publik menuntut transparansi: Apakah ada permainan ‘orang dalam’ di balik kebebasan anak oknum aparat Polres Maros tersebut?
Desakan untuk Propam: Usut Tuntas atau Keadilan Mati Suri!
Insiden ini bukan sekadar kasus narkoba biasa, melainkan ujian integritas bagi Polres Maros dan Polda Sulawesi Selatan.
Masyarakat mendesak Bidang Propam Polda Sulsel untuk turun tangan dan mengusut tuntas dugaan tebang pilih ini.
Jika benar RG adalah anak anggota polres maros, maka ia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di mata hukum, tanpa perlakuan istimewa sedikitpun.
Jika institusi penegak hukumnya sendiri berani “bermain-main” dengan pasal dan keadilan demi melindungi anggotanya, maka kepercayaan publik terhadap Polri berada di ujung tanduk!
E aí, turma da aposta! A betnacional4 parece ser uma boa opção para quem gosta de apostas esportivas. Tem uma boa variedade de esportes e mercados. Vale a pena dar uma olhada! Clica aqui: betnacional4